"Hard Disk" 8 TB Pertama di Dunia


KOMPAS.com - Produsen peranti penyimpanan Seagate mulai memasarkan hard diskdengan kapasitas 8 Terabyte untuk segmen konsumer dan enterprise.

Hard disk ini diklaim Seageta merupakan hard disk 3,5 inci terbesar dan pertama di dunia yang memiliki kapasitas 8 TB.

Setahun yang lalu, rekor kapasitas penyimpanan hard disk terbesar masih dipegang oleh hard disk 3,5 inci kapasitas 6 TB.Western Digital yang merilis Beberapa bulan kemudian, Seagate menyusulnya dengan merilis hard disk 3,5 inci 6 TB versinya.

Dan kini, Seagate berhasil meningkatkan kapasitas penyimpanan hard disk 3,5 inci hingga 8 TB.

Belum ada kepastian berapa harga jual peranti keras buatan Seagate itu. Sebagai referensi,hard disk kapasitas 6 TB saat ini yang beredar untuk konsumen pada April 2014 lalu harganya
sekitar 300 dollar AS.

Hard disk 8 TB buatan Seageta sudah dikirimkan ke konsumen tertentu. Menurut Tech Crunch (26/8/2014), rencananya Seagate baru akan menyediakannya untuk konsumen lebih luas lagi mulai bulan depan.

Nvidia Kenalkan Kartu Grafis Kencang Hemat Daya GTX 980

KOMPAS.com - Anggota keluarga kartu grafis Nvidia bertambah banyak dengan kehadiran GeForce GTX 980 dan GTX 970 yang diumumkan akhir minggu lalu.

Sebagaimana dikutip dari The Inquirer, keduanya merupakan kartu grafis high-end dengan spesifkasi kelas atas. GeForce GTX 980 yang dibanderol seharga 549 dollar AS memiliki 2048 CUDA cores berkecepatan 1126 MHz.

Sementara, GeForce GTX 970 yang diposisikan di bawahnya dengan harga 329 dollar AS dibekali 1664 CUDA cores berkecepatan 1050 MHz.

Kedua kartu grafis dilengkapi memori GDDR5 256-bit berkapasitas 4GB yang dipatok pada kecepatan efektif sebesar 7 GHZ.

Kendati memiliki kinerja tinggi, berkat arsitektur baru bernama “Maxwell” yang digunakan untuk membangun chip penolah grafis (GPU) pada kedua produk ini, konsumsi daya GeForce GTX 980 dan GTX 970 lebih hemat hingga dua kali dibanding generasi sebelumnya.

“Maxwell dikembangkan selama bertahun-tahun,” ujar CEO Nvidia Jen-Hsun Huang dalam sebuah pernyataan. “Performa, efisiensi, dan teknologinya yang luar biasa akan membantu pengembang game menciptakan karya terbaik mereka.”

Nvidia saat ini menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar kartu grafis desktop dengan lini produk GeForce miliknya. Sebanyak 30 persen sisanya dikuasai oleh AMD melalui seri kartu grafis Radeon.

Kedua perusahaan yang merupakan rival berat ini mengambil strategi berbeda. AMD memasuk chip untuk  konsol game Microsoft Xbox One, Sony PlayStation, dan Nintendo Wii. Sementara, Nvidia mencoba masuk ke mobile dengan lini SoC Tegra.

Arsitektur Maxwell merupakan salah satu upaya Nvidia untuk mendorong langkahnya di dunia gadget. Selain di produk komputer desktop, Maxwell juga akan diterapkan di lini chip mobile Tegra milik Nvidia.

Senin, 22 September 2014 | 08:57 WIB

Sumber: The Inquirer
Editor: Reza Wahyudi

Inilah "Harddisk" Eksternal Terkencang di Dunia

KOMPAS.com — Perangkat media penyimpanan eksternal biasanya lebih lamban dari saudaranya yang tertanam di dalam komputer. Namun, hal tersebut tampaknya tak berlaku untuk produk bernama Little Big Disk dari Lacie ini.

Dikutip dari The Inquirer, Little Big Disk yang diumumkan pada awal pekan ini diklaim sebagai media penyimpanan eksternal terkencang di dunia. Kecepatan transfer datanya terbilang fantastis, yaitu mencapai 1.375 MB per detik.

Dalam konfigurasi paralel, dengan dua koneksi Thunderbolt 2 paralel ke komputer Apple Mac Pro, angka itu bisa ditingkatkan hampir dua kali lipat menjadi 2.600 MB per detik. Data sebesar 1TB (1.000 GB) pun bisa ditransfer dalam waktu kurang dari tujuh menit.

Rahasia kecepatan Little Big Disk terletak pada jenis media yang digunakannya. Perangkatexternal storage ini tidak mengandalkan harddisk biasa, tetapi sepasang solid state drive(SSD) 500 GB dalam konfigurasi RAID 0.

Kedua SSD menghasilkan kapasitas total sebesar 1TB (500 GB + 500 GB) dan tersambung ke interface PCIe berkecepatan tinggi. Koneksi ke komputer dilakukan melalui kabel Thunderbolt 2.

Untuk apa kecepatan setinggi itu? Lacie mempromosikan Little Big Disk sebagai media penyimpanan yang ideal untuk penyuntingan video 4K, terutama untuk editing di lapangan. Perangkat ini disebut memungkinkan pengguna melakukan editing dan pemutaran video 4K dalam waktu bersamaan.

Kemampuan Little Big Disk harus ditebus dengan harga sangat tinggi. Untuk membeli tiap unit external storage berkapasitas 1 TB ini, peminat harus merogoh kocek sebesar 1.300 dollar AS atau sekitar Rp 14,8 juta.

Sumber: The Inquirer
Editor: Aditya Panji

"Hard Disk" Ini Bisa Dirusak dengan SMS

KOMPAS.com - Ada kalanya data digital yang tersimpan di dalam media penyimpanan begitu penting dan rahasia sehingga lebih baik dihancurkan daripada jatuh ke tangan orang lain. Mungkin itulah alasan di balik eksistensi duet perangkat solid state drive (SSD) Autothysis128s dan Autothysis128t.

Sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (3/10/2014), kedua produk media penyimpanan yang dirilis oleh perusahaan Inggris bernama Secure Drive ini dibekali dengan kemampuan unik terkait dengan kemanan data di dalammnya.

Apabila dirasa perlu, si empunya SSD bersangkutan bisa menghapus data dengan mengirimkan SMS ke nomor khusus.

Bukan hanya data saja yang lenyap, melainkan juga struktur fisik SSD itu sendiri. Ibarat bunuh diri, penghapusan data akan ikut merusak chip flash penyimpan data dan controller di dalam SSD sehingga sama sekali tak bisa diakses lagi, apalagi dikembalikan datanya.

Dua SSD Autothysis128 juga memberikan opsi "bunuh diri" dengan pemicu lain, seperti apabila drive dikeluarkan dari PC, dan jika pengguna salah memasukan PIN. Produk-produk ini bahkan dilengkapi dengan koneksi GSM. Apabila tidak mendeteksi sinyal dalam waktu tertentu, maka ia bisa diatur agar "bunuh diri" juga.

Secure Drive mengklaim bahwa SSD seri Autothysis128 buatannya telah memenuhi standar undang-undang perlindungan data di lebih dari 100 negara.

Jaminan kerahasiaan data yang ditawarkan mesti ditebus dengan harga tinggi. Peminat harus merogoh kocek sebesar 1.567 dollar AS atau sekitar Rp 19 juta untuk membeli unit SSD, masih ditambah 180 dollar AS atau sekitar Rp 2,2 juta untuk token touchscreenaktivasi dan biaya tahunan GSM sebesar 47 dollar AS atau Rp 600.000.
Sumber: The Verge
Editor: Reza Wahyudi

Dilangkahi Microsoft, Windows 9 Ternyata "Berbahaya"

KOMPAS.com - Microsoft membuat sedikit kejutan ketika memperkenalkan Windows versi berikutnya minggu ini. Berbeda dari perkiraan sebelumnya, sistem operasi yang bakal digunakan oleh PC, smartphone, dan tablet itu bukan bernama Windows 9, melainkan "Windows 10".

Alasan pasti mengapa Microsoft melompati angka "9" dengan Windows 10 tidak diketahui. Namun seorang mantan developer Microsoft yang dikutip oleh Gizmodo menjelaskan bahwa pemilihan nama tersebut disebabkan oleh sebuah "kesalahan" sederhana.

Di forum online Reddit, sang developer menjelaskan bahwa sebuah aplikasi mendeteksi versi Windows yang dipakai pengguna dengan cara melihat angka pertama dari nama sistem operasi yang bersangkutan.

Menurut dia, potongan kode yang digunakan untuk mengidentifikasi versi Windows adalah:
if(version.StartsWith("Windows 9"))
{ /*95 and 98 */
} else {

Dengan kata lain, jika nama versi yang tertulis adalah "Windows 9", maka aplikasi akan beranggapan bahwa versi Windows yang dijalankan oleh pengguna adalah "Windows 95" atau "Windows 98" yang sudah berumur belasan tahun. Bila nama "Windows 9" tetap dipakai akan "berbahaya" alias berpotensi menimbulkan kendala kompatibilitas.

Nah, solusi praktisnya adalah dengan melompati nama Windows 9 yang menjadi masalah dan langsung menggunakan embel-embel angka 10.

Entah apa yang menjadi akar persoalan. Bisa jadi para pengembang Windows 95/98 dulu tak berpikir panjang bahwa bakal ada versi Windows lain yang memakai awalan angka "9".

Hal semacam ini juga pernah terjadi dengan bug "Y2K" yang sempat bikin heboh sewaktu pergantian milenium 14 tahun lalu.

Kala itu sistem penanggalan komputer yang hanya mengidentifikasi tahun berdasarkan dua angka terakhir (misalnya "98" untuk tahun "1998") dikhawatirkan mengalami kebingungan antara tahun 1900 dan 2000.

Microsoft sendiri menyebut, sengaja melangkahi penamaan Windows 9 karena adanya perubahan besar-besaran yang mereka lakukan, tidak sekadar pembaruan minor. "Kami ingin pengguna Windows 7 merasakan bahwa selama ini mereka mengemudikan Prius generasi pertama, dan Windows 10 itu bagaikan Tesla," ujar Joe Belfiore,  Corporate Vice President, Operating Systems Group,  Microsoft.
Sumber: Gizmodo
Editor: Reza Wahyudi

Lima Fakta Seputar Windows 10

KOMPAS.com - Lama dinanti, Microsoft ternyata merilis Windows 10 alih-alih Windows 9 sebagai penerus Windows 8.1. Sistem operasi tersebut ditujukan untuk digunakan di berbagai perangkat, dari mobile, desktop, hingga server.
Banyak yang bertanya-tanya mengapa Microsoft seolah "meloncat" dari Windows 8 langsung ke Windows 10. Menurut Cnet (30/9/2014), dengan penamaan yang melompati satu versi itu, Microsoft mencoba menunjukkan keseriusannya dengan memberikan perubahan yang fundamental di sistem operasi baru itu.
Banyak juga pertanyaan-pertanyaan lain yang ada di dalam benak pengguna, seperti kapan mereka bisa menggunakannya, bagaimana dengan aplikasi-aplikasinya, serta pertanyaan seputar antarmuka dan tombol Start Menu.
Berikut adalah rangkuman singkat tentang fakta-fakta Windows 10 yang dirangkum dari situsCnet.

1. Upgrade

Pengguna OS Windows bisa mendapatkan sistem operasi Windows 10 tahun depan. Microsoft berencana melucurkan sistem operasi ini setelah ajahg konferensi tahunan Build bagi para pengembangnya. Kemungkinan Windwos 10 meluncur di pertengahan atau akhir tahun 2015.
Namun, jika mereka ingin merasakan lebih dahulu sistem operasi Windows 10 ini, mereka bisa mendaftarkan dirinya dalam Windows Insider Program yang mulai dibuka pada Rabu (1/10/2014) waktu AS. Pendaftaran bisa dilakukan di situs Microsoft dengan URL preview.windows.com 
Dengan mengikuti program ini, maka pengguna bisa mendapatkan salinan sistem operasi tahap awal (kemungkinan masih banyak bug). Microsoft juga belum memutuskan berapa harga versi retail untuk OS Windows 10.

2. Aplikasi
Belum banyak hal yang dibagikan oleh Microsoft tentang aplikasi dalam Windows 10. Namun sejauh ini, aplikasi-aplikasi yang akan diluncurkan di Windows 10 bakal bersifat universal, alias bisa dijalankan untuk semua jenis perangkat, mulai dari PC, smartphone, hingga tablet.
Karena itu, developer diwajibkan untuk mengkustomisasi aplikasi buatannya agar bisa berjalan di semua platform, mulai dari segi tampilan hingga bagaimana caranya berjalan di smeua perangkat dengan beragam ukuran layar. Aplikasi-aplikasi tersebut bisa diunduh melalui Windows Store.

3. Antarmuka

Berbeda dengan sistem operasi Windows 8 dimana aplikasi yang dimiliki sepenuhnya dioperasikan dengan layar sentuh, maka di Windows 10 ini sifatnya opsional.
Saat pengguna memasangkan perangkat tabletnya dengan sebuah docking keyboard, maka antarmuka yang ditampilkan berupa tampilan desktop standar komplit dengan tombol Start yang kembali hadir.
Begitu docking keyboard dilepas, maka pengguna akan mendapatkan antarmuka layar sentuh layaknya Windos 8.
Dengan fitur antarmuka Snap, pengguna juga bisa menampilkan lebih dari satu aplikasi dalam satu jendela. Microsoft menambahkan dukungan kuadran layout dimana pengguna bisa menampilkan empat jendela aplikasi sekaligus yang berjalan bersamaan.
Terdapat juga dukungan untuk beragam antarmuka desktop. Dengan demikian, pengguna bisa beralih dari satu antarmuka aplikasi yang sedang berjalan ke antarmuka desktop dengan mudah.
4. Tombol Start menu

Seperti disinggung di atas, tombol Start menu telah dihadirkan kembali oleh Microsoft di lyar desktop-nya. Tombol tersebut kembali menempati posisi sakralnya selama ini, di pojok kiri bawah.
Namun yang berbeda kali ini, tampilan Start Menu yang diusung Microsof dalam Windows 10 merupakan gabungan dari Windows 7 dan Windows 8.
Selain menampilkan daftar shortcut ke berbagai aplikasi, Start menu tersebut juga memiliki bagian yang menampilkan jendela Live Tiles, yaitu menu kotak-kotak khas Windows 8.

5. Dukungan perangkat

Belum pasti apakah semua perangkat Windows saat ini yang beredar akan mendukung Windows 10 atau tidak. Microsoft mengembangkan Windows 10 dari basis Windows 8.1 yang telah mengusung komputasi 64-bit.
Dengan demikian, beberapa prosesor lawas tidak lagi didukung oleh sistem operasi baru Microsoft ini. Namun untuk PC, Windows 10 akan bisa dijalankan dalam sistem yang belum terlalu lama.
Kesimpulannya, jika Anda membeli perangkat Windows yang diluncurkan saat ini hingga satu tahun mendatang, besar kemungkinannya perangkat tersebut bisa dipasangi Windows 10.
Sumber: CNET 

Internet Mati Total, Rugi Rp 90 Miliar Per Jam



KOMPAS.com -Sekitar 200-an penyelenggara layanan internet (ISP) di Indonesia bersiap untuk menghentikan layanannya. Internet Indonesia akan mati total jika fatwa yang sedang dimintakan ke Mahkamah Agung (MA) tentang kasus IM2 berlaku sama untuk semua ISP.

Jika benar layanan internet di Indonesia dihentikan, seperti apa dampaknya?
Chief of Network Security APJII, Irvan Nasrun mengatakan, jika internet Indonesia mati total, maka kerugian yang akan ditanggung negara akan sangat besar.

Irvan mencontohkan transaksi yang terjadi di Indonesia Stock Exchange (IDX) yang menggunakan koneksi internet yang terjadi setiap harinya.

"Di IDX, setiap dua menit, transaksi yang terjadi itu sekitar Rp 3 miliar, jadi artinya setiap jam akan ada transaksi Rp 90 miliar yang hangus," ujar Irvan di sela-sela pertemuan antara 30 perwakilan ISP yang membahas kasus IM2 di kantor pusat Indosat, Selasa (23/9/2014).

Selain itu di kesempatan yang sama, menurut pengamat teknologi Onno W. Purbo, industri-
industri lain yang menggunakan jasa layanan internet di Indonesia juga akan terdampak.
"Semua industri yang transaksinya menggunakan internet, pasti akan kena, termasuk juga perbankan, online trading," terangnya. "Jangan lupakan kampus-kampus, institusi pendidikan, pemerintahan, sosial media, dan juga situs berita," imbuhnya.

Internet Indonesia terancam mati total karena saat ini para penyedia layanan ISP tidak mau dipenjarakan karena telah mengadopsi model bisnis yang sama dengan IM2.
Seperti diketahui, Direktur Utama Indosat mega Media (IM2), Indar Atmanto, divonis bersalah oleh Pengadilan Tinggi karena IM2 dianggap menyalahi aturan, yaitu menggelar layanan 3G tanpa memiliki izin layanannya.

Layanan 3G yang digelar IM2 sendiri selama ini menyewa frekuensi operator Indosat yang telah mengantongi izin operasi jaringan 3G.

Padahal, model bisnis tersebut menurut Kementerian Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dianggap tidak menyalahi aturan.
Editor: Wicak Hidayat